Berita Hoax Menimpa Sultan Jogja

Kondisi perpolitikan di Indonesia bisa dikatakan sedang memanas, apalagi dengan adanya pilkada di Jakarta, isu-isu sensitif seperti ras dan agama pun mulai mencuat kembali. Keadaan seperti itu nampaknya dimanfaatkan oleh beberapa pihak. Banyak situs-situs ataupun akun-akun yang dengan sengaja menyebarkan berita tidak benar atau sering disebut dengan berita Togel Online hoax. Adanya penyebaran berita seperti itu sangat merugikan banyak pihak. Baru-baru ini terdapat berita hoax yang menyeret nama Sultan Hamengku Buwono X.

 

Sultan Tak Pernah Memojokan Satu Ras

Rabu (19/4), kabar tak sedap menyebar di dunia maya dengan mencatut nama Sultan Hamengku Buwono X. Lewat cuitan laman Twitter anak Sultan HB X, @GKR Hayu, “Apa2an sih ini? Segitunyakah semua cara dihalalkan? &the fact aku hrs statebahwa ini fake, krn ada org yg percaya adl sangat mengecewakan”, cuitan tersebut juga disertai unggahan gambar screen shot .

 

Dalam screen shot tersebut terlihat ada satu portal berita dengan judul “Sri Sultan Hamengku Buwono: Maaf Bukan Sara, Tapi Cina dan Keturunannya Tidak Pantas Jadi Pemimpin Di Bumi Nusantara. Fakta Sejara, Tionghoa Adalah Satu-Satunya Penghianat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”.

 

Isi beritanya menuliskan bahwa Sultan tengah memberikan pernyataan Judi Bola tentang hak tanah warga Tionghoa. Pasalnya pada Desember 1948, para etnis Tionghoa yang berada di Yogyakarta memberi dukungan kepada Belanda dalam agresi militer Belanda Kedua, dan pada tahun 1950, masyarakat Tionghoa ini hendak melakukan eksodus dari Yogyakarta. Menurut Sultan, hal ini lah yang mendasarinya untuk membatasi hak mereka.

 

Menanggapi pemberitaan hoax tentang dirinya, Sultan Hamengku Buwono X langsung menuju Polda DIY untuk melaporkan hal tersebut. Menurut Sultan, dia tidak pernah memberikan pernyataan seperti itu dan Sultan menambahkan bahwa apa yang tertulis dalam portal tersbut adalah sesuatu yang melanggar hukum, oleh karenanya Sultan langsung melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwajib.

 

Berita Bohong itu Meresahkan

Sultan Hamengku Buwono X sendiri mengetahui berita tersebut kemarin pagi, dan sorenya langsung mendatangi Polda DIY untuk melaporan kasus Domino qiu qiu tersebut. Selama kurang lebih setengah jam, Sultan memberikan keterangan dan membuat laporan di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Terlihat Sultan datang tanpa di datangi pengacara.

 

Sultan Hamengku Buwono X merasa tidak pernah memberikan keterangan atau pernyataan kepada wartawan portal berita tersebut. Adanya berita hoax yang mencatut namanya, membuat dirinya merasa prihatin, pasalnya berita tersebut telah menyinggung isu yang sedang sensitif pada saat ini.

 

Sultan juga merasa dirinya seperti dilibatkan pada agenda politik yang tengah panas-panasnya di perbincangan di Jakarta terkait dengan Pilkada DKI Jakarta. Seperti di ketahui, rabu kemarin adalah dimulainya pilkada putaran kedua dan dari hasil quick count sementara dimenangkan oleh pasangan Anies-Sandi. Karena isi dan judul berita hoax tersebut menyebut etnis Tionghoa yang sepertinya menunjuk pada salah satu calon Gubernur DKI Jakarta. Menurutnya itu sudah memojokan salah satu etnis tertentu berbupa SARA.

 

Kepala Kepolisan Polda DIY, Brigadir Jenderal Ahmad Dofiri, pihaknya sudah menerima aduan dari Sultan Hamengku Buwono X. Dia mengatakan bahwa Sultan langsung ditangani di ruang  SPKT, bukan melalui dirinya. Lebih lanjut, Brigadir Jenderal Ahmad Dofiri menjanjikan bahwa kasus sudah mereka proses dan akan segera mereka usut.

 

Dalam pemberitaan hoax tersebut juga terdapat banyak kejanggalan dan kesalahan penulisan, seperti nama Sultan Hamengku Buwono tidak disertai dengn tanda X walaupun foto yang ada